My field report (1) – Trip to Munich

Wohooo!! Finally!! Itu perasaan gw pas bangun tidur dan liat kalender udah tanggal 2 Oktober 2013. Malam itu gw akan memulai perjalanan 16 hari di Eropa based on itinerary yg udah gw susun sebelumnya. Baju hangat, baju jalan, sepatu cadangan, vitamin C plus obat2an generik, mie instan (WAJIB! J), kamera, hp, charger, travel documents dan segala printilannya semua sudah siap di dalam backpack deuter 80+10 liter. It’s time to roll!

First stop is Munich!

Trip to Munich - Market

untuk sampai kesana, berhubung gw dapetnya tiket promo yg mendaratnya di Frankfurt, gw masih harus meneruskan perjalanan dengan city2city bus selama kurang lebih 6 jam perjalanan. Sebenernya bisa naik kereta antar kota yang lebih cepat, namun lagi2 pertimbangannya biaya, hehe, kebetulan pada saat itu city2city bus lagi ada promo Oktoberfest dimana semua bus yang menuju Munich dari segala penjuru Jerman cuma dibanderol 8 euro ato sekitar 120ribu perak! Lumayan tepos sih rasanya ini pantat, 13 jam nonstop flight Singapore – Frankfurt langsung dilanjutin dengan 6 jam perjalanan bus, ya namanya juga jalan ala backpacker.

Singkat kata singkat cerita, 20++ jam kemudian, gw sampe di “Kampung Rambutan”-nya Munich, namanya ZOB Hackerbruecke. Awalnya gw agak ragu untuk naik bis karena takut repot nantinya ke area seputar pusat kota mengingat biasanya terminal adanya di pinggiran kota sedangkan kalau stasiun pasti di pusat kota, tapi setelah diliat2 untungnya hampir di semua kota yg akan gw datengin ato tinggalin dengan bus, posisi terminal dekat dengan pusat kota atau setidaknya nempel sama stasiun MRTnya. So if you’re travelling with budget constraint, bus is one of the cheapest alternative u can get.

Dari sini, gw perlu melanjutkan perjalanan ke rumah Christa, host AirBnB, tempat gw akan tinggal 2 malem ke depan. Why AirBnB? Bukan hotel ato hostel? Gw akan jelasin soal AirBnB secara terpisah ya, soale bakal agak panjang ceritanya, hehe. Berbekal directions dari Christa untuk sampai ke rumahnya, gw pun langsung ke mesin tiket otomatis untuk membeli 3 days pass sesuai dengan periode gw singgah di kota ini – 3 hari 2 malam. Btw, daypass ini beda yah dengan citycard, karena kalau citycard itu selain mencakup semua sarana transportasi di area dalam kota, citycard biasanya juga termasuk tiket gratis masuk beberapa museum (atau setidaknya diskon tiket masuk beberapa museum), potongan harga restoran2 tertentu hingga paket tur dalam kota. Jadi balik lagi ke itinerary yang udah kalian susun, apakah tempat2 yang mau kalian kunjungi termasuk dalam promo2 bundle dalam citycard, kalau sebagian besar ya maka citycard akan menghemat pengeluaran kalian, tapi kalau sebagian besar tidak ya lebih baik hanya beli daypass untuk transportasi saja (MRT, bus kota & tram). Ini link citycard munich dan ini link info daypass transportasi di munich.

Setelah membeli daypass, apabila kalian ingin keliling Munich via kereta bisa lihat peta-nya di sini ya sebagai guidance:

Trip to Munich - Train Map

Tempat tinggal selama di Munich, checked; Transportasi untuk mobilisasi around Munich, checked; Let’s enjoy Munich!

Coming up soon! My field report (2) – Oktoberfest 101!

Please share if you find it useful :)Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+1Share on LinkedIn0
Edward Francois Marbun

About 

Di waktu luangnya sebagai travel enthusiast, Edward bekerja sebagai bankir sejak Ia lulus dari Teknik Industri ITB di tahun 2007. Easy going traveller yang sangat menggemari mie goreng instant ini membuatnya selalu membawa beberapa bungkus untuk dinikmati di tempat-tempat yang Ia kunjungi.

Get More from Travescape

Love to read our stories? You can always stay updated!


Speak Your Mind

*