Merencanakan Jalan-Jalan Ke Eropa Sendiri (Visa Schengen)

Halo semua! It’s been a while since tulisan gw terakhir tentang penyusunan itinerary. Harap maklum soale banyak deadline kerjaan kantor yang harus gw beresin sebelum gw cuti panjang, hehe.

So next step setelah lo siap dan firm dengan itinerary yang udah dibuat, lo bisa mulai apply Visa Schengen. Rata-rata proses pembuatan Visa Schengen dari mulai bikin janji aplikasi sampai visa itu jadi bisa memakan waktu paling cepat seminggu hingga paling lama 2-3 minggu. Jadi kalo sampe lebih dari itu kemungkinan besar ada masalah dengan aplikasi Visa Schengen lo, or frankly speaking, visa Schengen lo ditolak.

Ada lebih dari 20 negara Eropa yang tercakup di dalam Visa Schengen, jadi pada akhirnya usaha kita mendapatkan Visa Schengen itu worth the effort.

Dokumen Essensial untuk Aplikasi Visa Schengen

Mendaftar Aplikasi Visa Schengen

Untuk masalah kelengkapan Visa Schengen dan cara aplikasinya, sudah sempet dijelasin di blog ini juga sama temen gw Andri, dan bisa lihat disini. Di artikel itu lo bisa mulai melakukan cek dan ricek atas semua dokumen yang diperlukan. Secara general, menurut gw hal yang paling essential ato wajib n kudu diperhatiin itu ada 5 hal, yaitu itinerary (beserta booking-an yang jelas), travel insurance, statement rekening/deposito 3-6 bulan terakhir, surat keterangan kerja/sponsor serta formulir visa (hasil download) yang sudah kalian isi.

Selama kelima hal itu lengkap, harusnya aman. Oiya, selain itu hal paling mendasar untuk mendaftar Visa Schengen yang harus kalian pastikan sebelum kesemuanya itu adalah paspor dengan masa berlaku sekurang-kurangnya 6 bulan dari tanggal selesainya perjalanan. Jadi misalnya lo mau jalan 2 oktober – 31 oktober 2013, paspor kalian minimal punya expiry date pada tanggal 31 April 2014. Ya untuk jaga2 si amannya minimal 9 bulan lah.

Satu hal yang banyak dipertanyakan termasuk oleh saya sendiri sebelumnya adalah ‘boleh gak sih paspornya gak ditinggal selama proses aplikasi Visa Schengen itu?’ Jawabannya adalah boleh, hal ini sudah gw buktikan waktu gw apply Visa Schengen via kedutaan Jerman beberapa waktu yang lalu. Kebetulan gw ada perjalanan dinas ke Singapura sehari setelah appointment aplikasi visa. Adapun untuk kasus seperti ini, yang perlu dilakukan adalah melampirkan bukti booking pembelian tiket pesawat pp-nya serta membawa fotokopi paspor untuk lampiran pihak kedutaan. Repotnya, begitu lo balik ke tanah air, lo harus balikin paspor tersebut ke mereka supaya mereka bisa mulai proses tempel dan cap visanya di paspor lo itu. Jadi instead of lo cukup 2x jalan ke kedutaan (1x saat appointment dan submit dokumen, 1x untuk jemput paspor yang sudah diberi visa), lo harus 3x jalan (tambahan 1x untuk mengembalikan paspor ke kedutaan).

So far, I think itu aja deh. Bikin Visa Schengen itu gak sulit tapi bukan berarti bisa digampangin ato dianggap enteng ya, bisa berabe rencana jalan-jalan lo kalo visa ditolak (knock on wood!) Good luck! J

Coming up soon: My field report (1) : Munich!

Please share if you find it useful :)Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+2Share on LinkedIn0
Edward Francois Marbun

About 

Di waktu luangnya sebagai travel enthusiast, Edward bekerja sebagai bankir sejak Ia lulus dari Teknik Industri ITB di tahun 2007. Easy going traveller yang sangat menggemari mie goreng instant ini membuatnya selalu membawa beberapa bungkus untuk dinikmati di tempat-tempat yang Ia kunjungi.

Get More from Travescape

Love to read our stories? You can always stay updated!


Comments

  1. Hallo..

    thx infonyaa…
    mau tambahin saran aja niii.. klo mw apply visa Schengen menurut pengalaman ku terakhir yg paling mudah itu dari kedutaan Belanda.. bisa cukup book hotel hanya dari web spt booking.com / agoda.com sebagai bukti hotel looohh, cuma syaratnya bukti inapnya harus paling lama di Belanda.. dan visa bisa langsung jadi hari itu juga…
    klo mau, bole jalan2 ke blog ku.. ada bbrapa saran2 lain.. =))

    Magda

Speak Your Mind

*