Wisata di Jepang – Tips

Tips Wisata di Jepang - Osaka Castle

Pilihan waktu wisata di Jepang

Apabila ingin bermain ski dan salju, wisatawan dapat datang pada bulan Desember – Maret. Untuk masyarakat Indonesia yang merupakan Negara Tropis, melihat salju bisa menjadi salah satu tujuan wisata juga. Biasanya untuk melihat salju, wisatawan dapat pergi ke daerah Hokkaido.

Jika ingin mengambil foto pemandangan yang bagus di Jepang, lebih baik berkunjung pada bulan Akhir Maret atau Awal April. Pada bulan-bulan tersebut, pohon sakura sedang mekar sehingga foto anda akan dihiasi oleh warna pink khas bunga sakura.

Festival budaya juga bisa menjadi salah satu tujuan wisata di Jepang. Biasanya festival budaya dilakukan di bulan Maret dan Mei.

Pada musim panas, antara Juli sampai Agustus, wisatawan dapat melakukan wisata ke Gunung Fuji. Biasanya memang Gunung Fuji dibuka untuk wisatawan pada musim panas. Suhu di Jepang saat musim panas cukup tinggi, sekitar 37 – 40 derajat Celcius, karena itu tidak ada salahnya membawa payung atau topi ketika musim panas.

Durasi waktu wisata di Jepang.

Ketika melakukan wisata di Jepang, jika ingin mengunjungi beberapa kota di luar Tokyo, disarankan untuk tinggal minimal 7 – 10 hari di Jepang (tidak termasuk waktu perjalanan pulang-pergi dari Negara asal).

Persiapan Uang Tunai

Sebelum berangkat ke Jepang, ada baiknya kita sudah menukar Rupiah dengan Yen di Indonesia. Hal ini dikarenakan di Jepang tidak menerima Rupiah untuk ditukar dengan Yen, kebanyakan menerima mata uang US Dollar. Meskipun begitu, agak sulit untuk menukar yen dengan pecahan kecil di money changer Indonesia. Akan tetapi tidak usah khawatir karena mesin penjual tiket di Jepang menerima pecahan besar sampai 10,000 yen.

Uang tunai biasanya kita butuhkan untuk membeli makanan atau tiket transportasi selama di Jepang.

Gunakan Universal Adapter

Jepang menggunakan colokan dengan 2 pin yang pipih. Voltase di Jepang adalah 110 Volt, berbeda dengan di Indonesia yang biasanya menggunakan 220 Volt. Secara umum, peralatan elektronik yang menggunakan voltase 220 Volt masih bisa digunakan tetapi hanya saja akan memakan waktu lebih lama jika digunakan untuk charging.

Wisata di Jepang - Listrik

Ketika melakukan wisata di Jepang, disarankan untuk membawa Universal Power Adapter sehingga kita bisa menggunakan peralatan elektronik yang dibawa dari Indonesia. Apabila lupa membawa, bisa dibeli di pusat elektronik Akihabara yang ada di Tokyo.

Membeli Makanan Halal

Bagi umat muslim memang agak sulit untuk mencari makanan di negara seperti Jepang yang mayoritas beragama non-muslim. Akan tetapi ada trik mudah yang bisa dipakai agar umat muslim tidak memakan makanan yang mengandung babi selama di Jepang.

Karena kebanyakan masyarakat Jepang juga tidak terlalu fasih berbahasa Inggris, caranya adalah dengan menyimpan foto sapi, ayam dan babi di handphone kita. Ketika kita akan membeli makanan yang ada dagingnya, kita bisa menanyakan daging tersebut dengan menunjukkan 3 gambar tersebut.

Wisata di Jepang - Memilih Makanan

Apabila makanan yang kita maksud ternyata mengandung babi, kita bisa menanyakan makanan mana yang dagingnya berasal dari sapi atau ayam (dengan menunjukkan foto lagi).

Gunakan JR Pass

Apabila berencana untuk pergi keluar kota (selain Tokyo) menggunakan Shinkansen, disarankan membeli JR Pass agar biaya transportasi secara keseluruhan menjadi lebih murah.

Dengan JR Pass, kita bisa menggunakan semua transportasi yang bertanda “JR” dengan gratis, termasuk yang ada di dalam kota sehingga wisata di Jepang menjadi lebih mudah. Info JR PASS dapat dilihat di : http://www.japanrailpass.net/eng/en001.html.

Wisata di Jepang - JR Pass

JR Pass

JR Pass merupakan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah Jepang untuk turis yang ingin berkunjung ke Jepang. JR Pass ini hanya dapat dibeli di luar Jepang, khusus bagi turis yang memiliki “temporary visitor” visa. JR Pass dapat dibeli di Jakarta, lebih tepatnya di Jalan Tour yang berlokasi di Wisma KEIAI, jalan Jendral Sudirman Kav 3-4.

Maksimalkan waktu perjalanan

Cek Jadwal Kereta untuk wisata di Jepang

Untuk wisata di Jepang menggunakan kereta, ada baiknya memeriksa jadwal dan rute kereta di Hyperdia (http://www.hyperdia.com/en/). Dengan memeriksa jadwal kereta terlebih dahulu, kita dapat menghemat waktu ketika berpergian di Jepang dan menghindari risiko tersasar. Informasi yang diberikan di Hyperdia sangat lengkap, dari jadwal, lama perjalanan, biaya, sampai jumlah pergantian kereta.

Loker Berbayar

Gunakan loker berbayar apabila ingin melakukan wisata di Jepang dengan lebih bebas tanpa harus membawa koper atau tas yang berat. Biasanya loker ini berguna apabila kita belum bisa menitipkan barang di tempat penginapan.
Biayanya bervariasi, tergantung besar lokernya, yaitu sekitar 200 – 600 yen. Loker-loker ini dapat dengan mudah ditemukan di stasiun kereta.

Tips Wisata di Jepang - Loker Berbayar

Loker Berbayar

Lunch on the go

Untuk mengoptimalkan waktu perjalanan, kita bisa juga makan di perjalanan (on the go) dengan membeli onigiri (sekitar 100 – 200 yen) atau bento (300 – 400 yen) yang banyak dijual di minimarket/convenience store atau stasiun kereta.

Wisata di Jepang - Bento Jepang

Bento Jepang

Memilih Penginapan untuk Wisata di Jepang

Akomodasi biasanya menjadi salah satu sumber biaya yang paling besar selama perjalanan. Akan tetapi tidak perlu khawatir, banyak penginapan yang relatif murah tetapi tetap nyaman dan bersih.

Untuk mencari penginapan di Jepang, terdapat beberapa situs yang bisa digunakan diantaranya adalah Booking.com, Agoda.com, Japanican.com. Alternatif lain adalah menggunakan AirBnB.com, dimana kita menggunakan rumah atau apartment milik penduduk local.

Menginap di hostel atau ryokan juga dapat membawa pengalaman yang berharga. Memang hostel tidak semewah hotel, akan tetapi suasana hostel yang biasanya lebih homey bisa membuat kita lebih mudah berinteraksi dengan sesama wisatawan yang menginap disitu.

Ryokan yang suasananya mengambil setting penginapan khas Jepang, memberi pengalaman tinggal di Jepang yang sesungguhnya. Ruangannya biasanya menggunakan tatami di lantainya, pintu geser sebagai pintunya dan memiliki pemandian umum (Ofuroatau pemandian air panas (onsen).

Malu bertanya, Sesat di Jalan

Kebanyakan petunjuk jalan di Jepang menggunakan bahasa Jepang, akan tetapi tidak perlu khawatir karena pada umumnya masyarakat Jepang sangat ramah dan mau membantu turis. Siapkan peta atau foto objek wisata yang ingin anda kunjungi lalu tunjukkan pada mereka.

Jaga Kebersihan

Seperti negara maju lain pada umumnya, Jepang juga sangat memperhatikan kebersihan. Buanglah sampah pada tempatnya. Apabila kita membuang sampah sembarangan, bukan tidak mungkin kita ditegur oleh masyarakat sekitar atau malah didenda oleh polisi. Jika belum menemukan tempat sampah, ada baiknya disimpan dulu di dalam tas.

Membeli Souvenir

Biasanya turis yang melakukan wisata di Jepang membeli oleh-oleh berupa makanan, diantaranya adalah Tokyo Banana dan Kit Kat Green Tea. Tokyo Banana dapat dibeli di stasiun Tokyo, dan yang varian coklat hanya dapat ditemukan di Tokyo Sky Tree. Kit Kat Green Tea dapat di beli di toko swalayan di Jepang atau di toko oleh-oleh. Selain itu, oleh-oleh ini juga dapat dengan mudah ditemukan di airport saat akan pulang, dengan harga yang tidak lebih mahal.

Harga Tokyo Banana : 470 yen untuk isi 4pcs ; 1,000 yen untuk isi 8 pcs.

Harga Kit Kat Green Tea : 500 yen untuk kemasan kecil isi 12 pcs; untuk kemasan box lebih mahal.

Wisata di Jepang - Tokyo Banana

Tokyo Banana

Tips Wisata di Jepang - Kit Kat Green Tea

Kit Kat Green Tea

Apabila berkunjung ke daerah-daerah di Jepang, sempatkan pergi ke minimarket lokal, siapa tahu kamu beruntung menemukan Kit Kat langka yang hanya dijual di daerah tersebut.

Tips Wisata di Jepang - Berbagai Varian KitKat

Berbagai Varian Kit Kat

Jadi, apakah anda tertarik untuk memulai wisata di Jepang?

Please share if you find it useful :)Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+3Share on LinkedIn0
andri madian

About 

Penyuka jalan-jalan ini memiliki latar belakang pendidikan teknik dari Institut Teknologi Bandung. Setelah lulus, Andri sempat bergabung dengan Total E&P Indonesie, Johnson&Johnson, Eximio Media dan Valadoo.

Get More from Travescape

Love to read our stories? You can always stay updated!


Comments

  1. erlin garelli says:

    hai saya mau tanya… kira2 bulan febuari saya akan pergi ke tokyo jepang untuk hooneymoon dengan suami.. apakah kalo ke jepang di haruska nikut tour ? sedangkan saya tidak suka ikut tour.. apakah di bolehkan jika pergi berpetualang sendiri ? terima kasih :)

    • Halo Erlin,

      Wah asyiknya honeymoon ke Jepang :)
      Untuk honeymoon boleh kok pergi berdua saja dengan suami tanpa ikut tour :)

      Saya ada teman tahun lalu juga sempat honeymoon ke Jepang tanpa ikut tour, jadi saya rasa sih bebas-bebas saja hehe..
      Selama sudah dapat visa Jepang, kita bebas jalan-jalan di sana:)

  2. hi Andri,

    keren banget blognya.
    btw mau tanya ttg pergi ke jepang, tanpa tour. hehehe
    ada beberapa pertanyaan, mohon dijawab :
    1. untuk periode maret – april, itu kan peak season di jepang, apa harga disana juga naik? ( terutama hotel / hostel ?)
    2. kira2 biaya untuk liburan disana selama 10 hari? ( tidak hemat / tidak boros ), harga enjoy deh.
    3. kalau dalam 10 hari, kira2 kota2 rekomendasi yang harus saya kunjungi mana saja ya?

    udah itu aja, ditunggu replynya ya … tq

    • Hi Stanley,

      thanks 😀

      Untuk pertanyaannya saya coba jawab yah:
      1. Pada waktu peak season memang biasanya harga tiket pesawat dan hotel naik, apalagi kalau sudah dekat waktunya.. jadi lebih baik dibook dari jauh-jauh hari. Untuk mencari penginapan, saya seringnya di Booking.com (karena biasanya bisa dicancel gratis kalau tidak jadi) dan juga AirBnB (kadang lebih worth it dibandingkan hostel dengan harga yang sama).

      2. Untuk biaya agak relatif yah.. paling basic sih buat makan yah.. kalau makan yang standar2 aja kaya beef bowl gitu sekitar 600-700yen sekali makan.. jadi sehari bisa aja 2000 yen.. dikali 10 hari jadinya 20,000 yen (sekitar 2,3 jt rupiah).. kalau ingin agak menghemat bisa beli bento-bento di convenience store yang harganya sekitar 300-400 yen.

      untuk transport juga relatif nih.. kalau mau pergi ke luar kota naik shinkansen biayanya bisa lumayan tinggi.. kalau memang ada rencana keluar kota saya sarankan lebih baik membeli JR Pass.. dengan JR Pass kita akan dapat free pass naik kereta Japan Rail (JR),kalau tidak salah selama seminggu. JR Pass ini juga berlaku untuk semua kereta Shinkansen kecuali Nozomi (kereta paling cepatnya). Harga JR Pass sekitar 28,300 yen (3.2 juta rupiah) yang akan worth it apabila akan sering naik shinkansen.. tanpa JR Pass, sekali jalan naik Shinkansen ke Kyoto dari Tokyo harganya sekitar Rp.1,6jt..

      3. Dalam 10 hari, saya sarankan minimal 3-4 hari di Kyoto + Nara (dekat dari kyoto), 2 hari di Osaka, sisanya di Tokyo.. bisa juga ke Gunung Fuji yang dekat dari Tokyo.

      mudah-mudahan saran saya membantu yah 😀

  3. thanks andri, buat replynya.
    sampe saya baca berulang kali,
    jadinya saya membulatkan tekad, pergi ke jepang pada tanggal 22 Maret – 30 Maret.
    total 9 hari/8 malam.
    mau minta pendapat + masukan dari andi untuk jadwal trip saya di jepang :
    1. day 1 = Jakarta – Narita
    2. day 2 = Narita – Tokyo – Kyoto / Nara ( lebih baik Kyoto dahulu atau Nara )?
    3. day 3 = Kyoto / Nara
    4. day 4 = Osaka ( univ studio )
    5. day 5 = Osaka
    6. Day 6 = Tokyo ( disneyland)
    7. Day 7 = Tokyo ( disneysea )
    8. Day 8 = Tokyo ( Mt. Fuji )
    9. Day 9 = Tokyo – Narita – Jakarta ( pesawat jam 12.00 am ), jadi praktis sudah ga ada waktu

    Minta masukan dari Andri, :
    1. Untuk Objek2 wisata yang kira2 bisa dijadwalkan disana.
    2. Untuk penginapan, apakah harus pindah2? atau sesuaikan dengan tempat objek wisatanya? atau dekat stasiun? atau bisa dikasitau kira2 kalau di kyoto,tokyo dan osaka, harus nginap di dekat stasiun apa.
    3. belum kepikiran lagi, mau tanya apa : )

    ditunggu reply nya lagi… hehehehe

    sorry ya ngerepotin .

    thanks

    • Halo Stanley,

      maaf baru sempat dibalas commentnya.
      Kalau saya lihat, jadwalnya sudah cukup oke kok.

      Antara Kyoto atau Nara, lebih baik menginap di Kyoto lalu pakai kereta untuk ke Nara (hanya sekitar 45-60 menit menggunakan kereta, jadi bisa PP dalam 1 hari).

      1. Untuk objek wisata:
      KYOTO : Fushimi Inari Shrine, Kinkaku-ji temple (golden temple), Kiyomizu temple, Gion district (kalau mau liat Geisha)
      NARA : Todaiji temple, Nara Park, Kofukuji temple
      OSAKA : Osaka Castle, Universal Studios,Himeji Castle
      TOKYO : Tokyo tower, Tsukiji Fish Market, Disney Sea, Disney World, Shibuya, Harajuku, Ginza, Meiji-jingu Temple, Sensoji Temple Asakusa, Odaiba, Mt. Fuji, Fujiko F Fujio Museum, Tokyo Sky Tree, etc

      2. Di satu kota cukup 1 penginapan saja kecuali kasus khusus… saat sampai di Tokyo karena sudah larut malam saya menginap semalam di Toyoko Inn.. lalu besok paginya lanjut ke Kyoto dan menginap di Hostel K. Saat kembali ke Tokyo, saya menginap di Shiba Park Hotel. (saya tidak menginap di Osaka karena hanya sehari)

      Kebetulan di Toyoko Inn ada layanan shuttle bus dari Shinagawa Station.. lalu untuk Hostel K, jaraknya sekitar 10 menit berjalan dari Kyoto Station.. dan Shiba Park juga sekitar 10 menit berjalan dari Hamamatsucho station. Memang lebih baik memilih hotel yang dekat dengan station, jadi bisa gampang jika ingin bepergian mengunjungi situs wisata.

      semoga membantu 😀

  4. Hi Andry…
    Saya rencana tgl 30 Maret sampai tgl 9 April nanti mau ke Tokyo. Saya pergi dengan suami dan 3 orang anak, usia 9th, 4th dan 1,3 th

  5. Hi Andry…
    Saya rencana tgl 30 Maret sampai tgl 9 April nanti mau ke Tokyo. Saya pergi dengan suami dan 3 orang anak, usia 9th, 4th dan 1,3 th

    • Wah seru sekali yah mba Triani :)

      Jangan lupa di Tokyo ada Tokyo Disneyland dan DisneySea.. jika harus memilih salah satu, lebih baik Tokyo DisneySea karena kalau tidak salah merupakan satu-satunya DisneySea di dunia 😀

      Selamat berlibur 😀

      • Terimakasih Andry. Yg saya mau tanya kalo utk transportnya dg bawa rombongan sirkus spt ini sebaiknya naik apa ya?

        • Halo Mba Triani,

          Maksudnya transportasi selama di Jepang?
          Umumnya sih paling gampang dan murah memang naik kereta.. akan tetapi karena membawa anak-anak kecil, hindari jam-jam kantor (rush hour): jam 8-9 pagi… takutnya anak-anak terjepit, atau malah terlepas dari orang tua.

          Untuk kereta, jika hanya mengunjungi area-area utama di Tokyo, bisa menggunakan Yamanote Line (jalur warna hijau). Peta bisa dilihat juga di link ini: http://www.jreast.co.jp/e/info/map_a4ol.pdf

          Jika ingin pergi keluar tokyo, paling enak naik Shinkansen (kereta api cepat), akan tetapi harganya cukup mahal.

          Bisa juga naik taksi, tetapi harga taksi di Jepang sangat mahal, mungkin salah satu yang termahal di dunia.. jadi saya tidak begitu menyarankan apabila tidak terpaksa.

          Mudah-mudahan membantu yah 😀

  6. Dear,mas andri
    Blog nya sangat membantu.
    Tp ada yg masih saya perlu tanyakan
    Untuk JRPass itu apakah perlu dibeli sesuai jml org yg pergi y, dgn kata lain tdk boleh 1 JRPass dipakai rame2?
    Untuk jln2 ke tmp wisata d 1 kota, mis sekitaran tokyo apakah bisa dengan jln kaki ato naik moda transportasi?
    Terimakasih

  7. Hi Andri,

    Saya akan berlibur ke Jepang sama suami + 2 anak (11 thn dan 10 tahun) tanggal 19-28 Desember nanti, tiket sudah di tangan hehehe, karena sy berkunjung saat musim dingin, sebaiknya tempat2 yang sy kunjungi apa saja ya? FYI sy rencana 4 hari di Tokyo, 2 hari Kyoto dan 3 hari osaka.

    Untuk kondisi di atas apakah sy perlu beli JR Pass agar lebih hemat?

    Tks buat infonya :)

    • Hi Shinta,

      Wah seru tuh kayaknya ke Jepang pas musim dingin 😀
      Terus terang saya belum pernah ke Jepang pada saat musim dingin, tetapi yang saya tahu biasanya wisatawan sering ke pulau Hokkaido (kota Sapporo) untuk melihat festival musim dingin.Hal lain yang biasanya dilakukan di musim dingin adalah mencari Onsen (pemandian air panas) di Nikko dan juga bermain ski di Nagano (di Nagano juga sepertinya ada Onsen).

      Karena pergi bersama anak-anak, jangan lupa ke Tokyo Disneyland dan DisneySea :) Pasti mereka juga punya acara khusus musim dingin 😀

      Karena akan bepergian ke Kyoto dan Osaka,
      saya menyarankan membeli JR Pass (kalau masih sama) harganya sekitar 28,000 yen.. karena selain bisa menaiki Shinkansen unlimited selama seminggu, kita juga bisa menggunakan jalur kereta dalam kota milik JR (misalnya di Tokyo). Jadi menurut saya worth it.
      Sebagai perbandingan, tarif bolak-balik Tokyo-Kyoto saja sekitar 27,000 yen.. belum lagi kalau ditambah ke Osaka dan juga transport kereta dalam kota.

      Mudah-mudahan membantu yah :)

  8. hi Andri

    Saya dapat jalan2 dari kantor ke jepang ikut tour, saya mau nanya di indo tempat penukaran yen kok besaran nya 10000 yen semua ya, di jepang masalah kah bawa uang pecahan segitu? adakah di indo yg bisa tukar dibawah 10000 yen? dan kalau setelah dari jepang uang pecahan yen dibawah 10000yen nanti apakah bisa di tukarkan di indo lagi?
    oleh2 apa yang murah di sekitar tokyo, karna dana juga terbatas. terima kasih,

    • Halo Mas Denny,

      maaf sekali baru dibalas,
      kemaren2 saya lagi sibuk banget.

      Di jepang tidak masalah kok bawa pecahan 10,000 yen.. tinggal dipecahkan di tempat beli tiket kereta.. mesinnya menerima pecahan 10,000 :)

      Hmm oleh2 yang khas sih biasanya Tokyo Banana atau KitKat Greentea :)
      Harganya tidak begitu mahal menurut saya 😀

      Semoga membantu 😀

  9. nina korda says:

    Hi Andri, tolong tanya sy masih bingung klo pake JR pass kan valid only for 1 week, pdhl kita rencana di jepang selama 10 hari, trs gimana donk sisanya ? jd terpaksa hrs beli yg per section ? kan itu mahal banget. Solusi nya gmn ?

    Oya kalo bulan peb itu apakah masuk low season di Jepang ? mksdnya sy mo hemat di tiket pswt n hostelnya.

    Tks sebelumnya.

    • Hi Nina,
      maaf baru sempat dibalas.

      Hmm, saya kebetulan belum pernah mengalami kasus seperti Mba Nina nih karena waktu itu saya hanya seminggu dsana 😀

      JR Pass menurut saya sangat pengaruh kalau sering naik Shinkansen (karena mahal).
      Mungkin ide dari saya, triknya adalah stay di 1 kota sejak hari ketujuh.. atau kalaupun pergi keluar kota, yang dekat2 saja gak perlu shinkansen jadi gak perlu keluar biaya terlalu banyak.

      Bulan februari termasuk low season karena tahun baru sudah lewat dan belum masuk musim spring dimana biasanya photo enthusiast mengambil momen bunga2 mekar

      semoga membantu ya :)

  10. hai andri.. saya mo nanya2 neh.. akhir july_agustus saya n klrg ,o ke jepang.. mo nanya donk..untuk summer di jepang katanya panas sekali yah? sebaiknya apa saja yg perlu di bawa yah? kalo ke jepang pake sendal jepit terlihat kumal banget ga yah? hehhehe..
    karena sdh terlanjur membeli tiket jakarta-tokyo-jakarta jadi rutenya agak membingungkan di jadwal JR.. saya di jepang sekitar 10 hari.. ini rute saya, tolong di bantu yah.. :)

    Jakarta-Tokyo; Tokyo; Disneysea; Tokyo; Tokyo-Hakone; Hakone; Hakone-Takayama; Takayama; Takayama-osaka ; Osaka; Osaka; Osaka-Tokyo; Tokyo-Jakarta

    apa susunan rute kota2 nya sudah benar? agak2 bingung juga mengatur pergi tanpa tur.. karena biasanya sy pake tur.. oiya sy juga perginya big family alias rombongan 25 org.. enaknya bagaimana yah? direncanakan sih akan membeli kartu SUICA n JR juga.. cuma butuh saran juga neh.. thanx bngt yah.. di tunggu masukannya.. Thanx before yah..

    • Halo Aurel,

      maaf baru sempet dibalas 😀
      Wah asik sekali mau summer di Jepang :)

      Mmm.. sebenernya saya juga kurang tahu apa yang harus dibawa pada saat summer,
      karena waktu itu saya datang saat Spring 😛
      Tapi sih mungkin hal-hal praktis seperti topi atau payung untuk melindungi dari sinar matahari langsung akan berguna :)
      Jangan lupa juga kacamata hitam (sunglass) 😀

      Biasanya di musim panas, orang-orang jepang pergi ke pantai atau kolam renang,
      kalau ingin ikutan, jangan lupa bawa baju renang hehehe.. 😀

      Kalau sendal jepit, tergantung pergi kemana hehe..
      Kalau ke kuil2 / tempat yang sakral atau pusat perbelanjaan mungkin jangan yah hehe.. karena orang jepang yang saya lihat rapi2 sekali, nanti kita bisa keliatan salah kostum hahaha.. 😛
      tapi kalau pergi ke pantai sih boleh2 saja :)

      Untuk di masing2 kota berapa hari ya?
      Rutenya udah cukup oke tuh.. cuman saya belum pernah ke Hakone dan Takayama.. jadi ga bisa cerita banyak tentang 2 tempat itu 😀
      Yang saya tahu di Hakone ada pemandian air panas dmana kita bisa mandi bareng2 monyet2 di alam hehehe..

      Btw, apakah tidak tertarik ke Kyoto?
      Di kyoto banyak tempat wisata / Kuil2 jepang yang bagus2 seperti Kinkaku-ji, Ginkaku-ji, Kiyomizu Temple, etc.
      Dari Kyoto bisa naik kereta 30 menit ke kota Nara (artinya rusa).. di situ banyak rusa berkeliaran bebas di kotanya dan ada 1 kuil yang ada patuhng Budha raksasa yang juga bisa dilihat.

      Wah lumayan ramai juga rombongannya ya 😀

      Kartu JR Passs akan berguna sekali karena rombongan Aurel akan banyak pergi keluar kota.
      Kalau naik Shinkansen harusnya jatohnya lebih hemat, apalagi kalau kembali ke Tokyo lagi untuk pulang ke Indonesia.
      Enaknya lagi, kereta JR di dalam kota juga tidak perlu bayar lagi.
      Masuk peron kereta tinggal menunjukkan JR Pass ke petugas :)

      Mungkin itu saja dari saya,
      semoga berguna :)

  11. Mas Andri

    Mohon informasinya karena saya mau ke Osaka – Kyoto 24 desember – 2 january besok

    Mohon saran
    1. apa perlu beli JR Pass
    2. object apa yang bagus di kedua kota ini
    3. baiknya stay di osaka atau kyoto atau pindah-pindah antar ke dua kota ini
    4. apa hotel di jepang ketat sekali dengan anak-anak, misalnya saya book untuk 2 adult sedangkan saya bawa anak 2 ( 12 dan 6 tahun ) apa dipermasalahkan?
    5. alternatif koneksi internet yang paling ekonomis kalo ada
    6. berapa banyak yen yang ideal saya bawa untuk makan standar dan wisata

    Terima kasih sebelumnya mas Andri

    • Hi Mas Ary,

      berikut beberapa komen saya untuk pertanyaannya:
      1. menurut saya pribadi, JR pass akan benar2 worth it kalau sering menggunakan Shinkansen untuk jarak jauh (misalkan Tokyo-Kyoto/Osaka) sehingga biaya yang dikeluarkan bisa paid off.. jika hanya Osaka-Kyoto yang menurut saya jaraknya cukup dekat, mungkin tidak perlu menggunakan JR Pass.. tinggal dihitung saja apakah menggunakan kereta biasa bisa lebih murah dibandingkan mengeluarkan 3 juta lebih untuk JR Pass :)

      2. Untuk Osaka, saya kurang tahu karena saya hanya sempat mengunjungi Osaka Castle (ini bagus sih :D).. tetapi yang saya tahu daerah Dotomburi, shinsaibashi juga cukup oke untuk dikunjungi. Untuk Kyoto, bisa ke kuil Fushimi inari, Kinkaku-ji, Ginkaku-ji, Arashi yama, Kiyomizu dera temple, Gion district. Tidak jauh dari Kyoto, ada kota Nara yang juga cukup worth it untuk dikunjungi karena ada rusa2 berkeliaran di kotanya dan juga patung buddha raksasa di kuil Todaiji.

      3. Hmm.. menurut saya untuk kepraktisan jalan-jalan di kotanya, lebih baik pindah kota tetapi lakukan sekali saja.. misalnya 3 hari pertama di osaka, 3 hari kedua di kyoto.. ini akan menghemat waktu travel setiap harinya.

      4. Sepengetahuan saya mereka cukup ketat, karena keterbatasan lahan, maka setiap kamarnya cukup sempit sehingga jika memang didaftarkan hanya untuk 2 adult, tidak bisa ada tambahan lagi. Kita harus menginformasikan bahwa ada anak yang ikut sehingga mungkin akan dicarikan extra bed atau kamar yang lebih besar.

      5. Untuk koneksi internet, saya merasakan agak sulit untuk wifi gratisan di tempat publik. Kebetulan saya mencari hotel yang ada wifi sehingga bisa ber-wifi ria setiap pulang ke hotel 😀

      6. Untuk sekali makan menurut saya amannya disiapkan 500-600 yen.. tinggal dikalikan berapa kali makan per hari untuk total hari berada di sana 😀

      Mudah-mudahan membantu 😀

  12. Haloo Mas Andry 😀
    Asyik ni pertanyaan blogger selalu dijawab 😀
    Saya juga mau ikutan tanya dong mas,
    saya ada rencana ke jepang thn depan 2015. Menurut mas Andry enak nya beli tiket sub-haneda terus pulangnya osaka-sub. Atau kebalikannya ke osaka duluan?

    bulan apa yang paling baik ke Jepang? kalau saya pergi sekitar tengah/akhir april apakah OK ?

    Saya rencana 10hari ke Tokyo, kyoto, nara, osaka, yokohama dan kawasaki.
    Apakah perlu membeli JR pass? andai semua transport ke kota tersebut naik kereta yang lebih murah, tetap pengeluarannya lebih dari kita membeli JR Pass kah?

    JR Pass hanya bisa dipakai untuk 1 orang kan? Thanks ya mas Andry, ditunggu balasannya juga 😀

  13. Hay mas andry..

    Salam kenal

    Mau tanya nih saya mau ke jepang berdua sama sodara.. Bulan agustus. Selama seminggu.. Kira2 harus kunjungin apa aja dan nginep di hotel mana ya yg dekat dari pusatnya..

    Makasih sebelumnya

    • Halo Cece,
      salam kenal juga.

      Kalau untuk kota, saya merekomendasikan Tokyo dan Kyoto.
      Untuk objek wisata yang harus dikunjungi, sebenarnya relatif sih tergantung interestnya ke mana? hehe..

      Di tokyo banyak sekali yang bisa dilihat, dari mulai Tsukiji Fish Market, Odaiba, Tokyo Sky Tree, Disney Sea, Disneyland, Shibuya, Harajuku, Sensoji temple, Meiji-jingu temple, etc.

      Di kyoto juga banyak temple2 yang worth it seperti Fushimi inari, Kinkaku-ji, Ginkaku-ji, Kiyomizudera temple, etc.
      Gak jauh dari Kyoto, bisa mampir ke kota Nara (sekitar sejam naik kereta).. bisa liat rusa2 berkeliaran di kotanya dan juga lihat patung Budha raksasa di Todaiji temple 😀

      Untuk hotel juga relatif sebenarnya,
      tergantung budget dan preferensi pribadi.. mungkin bisa lihat di booking.com atau agoda.com 😀

      saran saya jangan terlalu jauh dari stasiun kereta/mrt utama (Yamanote Line) :)

      Semoga membantu :)

  14. Thx ya buat infonya.. :)

    Masih bingung sih ada rekomend tempat makan ga? Krn tujuan ksana pgn makan2 sama liat2 barang dagangan… 😀

    Oh iya ada info ga tempat yg katanya disana boutique2 tas 2nd tp yg originalnya? Katanya banyak ya disana?

    • Hi Cece,

      Hmm kalau memang mau coba,
      bisa coba book Jiro Sushi (http://www.sushi-jiro.jp/eng-index.html).
      Ini sih terkenal enak tapi mahal banget 😀 waiting list bisa sampe 3 bulan kali haha

      Kalau mau, coba2 sushi atau beefbowl di sepanjang jalan aja.. biasanya enak2 kok.
      Atau bisa juga coba oden di pinggir jalan.

      Kalau ke Tsukiji fish market, bisa juga beli seafood langsung dimasak atau dijadiin sushi di sana.

      Kalau untuk butik2 saya kurang tahu karena saya ke sana bukan untuk belanja hehehe 😀

      Semoga membantu :)

  15. eh kun,kalo kita liburan keshibuya bawa uang 30jt kira2 cukup gak buat hidup seminggu dijepang,terus apa ada apartemen disewakan cuma seminggu di shibuya,masalah makanan karna aq seorang muslim jadi paling cuma makan ramen,beff,okonomiyaki,bento,kira2 cukup gak thanks

    • Hi Nofiana..

      Untuk budget, cukup atau enggaknya tergantung gaya traveling kita juga sih.
      30 juta itu termasuk biaya penginapan atau tidak?

      Untuk mencari apartment di Jepang, bisa coba lihat2 di Airbnb.com 😀
      Di situ biasanya banyak apartment yang dilisting untuk disewa oleh turis.

      Untuk ramen atau beef bowl, harganya bervariasi tergantung tempat membeli.. tetapi rata-rata sekitar 600-1000 yen/porsi (66rb – 110rb).
      Coba saja dihitung.. misalnya sekali makan 1000 yen.. dikali 3x makan sehari.. dikali 7 hari = 21,000 yen… jika dirupiahkan menjadi sekitar 2.3 juta..
      Jika transportasi menggunakan JR pass (sekitar 3.5 jt) maka totalnya baru sekitar 5,5 – 6 juta rupiah.

      Jika diasumsikan 30jt itu di luar penginapan, menurut saya itu sangat cukup untuk seminggu di Shibuya 😀

  16. Hi Andri…

    Setia bgt menjawab pertanyaan teman2 walaupun bbrp banyak yg berulang pertanyaan nya…thanks for sharing Bro.

    Semoga di response nya cepet yah, krn sdh lumayan mepet. Gw dan 3org teman akan berlibur kesana (budget traveller) bln Oct ini. All is set (ticket, itinerary, acommodation). Yg msh bikin bingung cuma 1: soal JR pass. Route kita dr Jkt akan landing di Osaka, dan akan depart dr Tokyo utk menuju Jkt (jd tdk balik lg ke Osaka). Saran lo menuju Tokyo sebaik nya menggunakan shinkansen atau ada opsi lain? Krn sprt yg kita tau harga JR pass itu kan lumayan bikin nyesek. Ada bus tp dgn jarak tempuh 7 jam banget. -___-
    Kindly advice ya boss…your prompt response are much appreciated. Thanks!

    Cheers,
    Erwin

    • Halo Erwin,

      Thanks for the compliment 😀
      Saya hanya berusaha menjawab sesuai pengetahuan saya saja hehe karena terus terang saya juga baru sekali ke Jepang :p

      Menurut saya pribadi, JR Pass itu akan sangat worth it (dan juga akan balik modal :p) kalau kita sering menggunakan Shinkansen.
      Misalnya menggunakan shinkansen bolak-balik Tokyo-Kyoto & Kyoto-Tokyo karena sekali jalan kalau tidak salah sekitar 1.6jt sehingga pp 3.2jt.
      Harga JR Pass seingat saya dulu 3.4 jt jadi worth it sekali menggunakan JR Pass (hemat waktu dan balik modal). Selain Shinkansen, JR pass bisa digunakan untuk kereta dalam kota yang berlambang JR (seperti Yamanote line di Tokyo).

      Dulu saking tidak mau rugi, setelah PP tokyo-kyoto, saya menggunakan JR PAss untuk naik Shinkansen ke daerah Nikko meskipun hanya di sempat melihat stasiunnya saja dan tidak sempat keliling2 di Nikko 😛

      Jadi beberapa pertimbangan:
      1. Apakah akan banyak menggunakan Shinkansen untuk jarak jauh? dan apakah total2 biayanya lebih murah dibandingkan menggunakan JR Pass?
      2. Berapa hari akan stay di Jepang? apabila waktunya sempit, saya saran tetap menggunakan shinkansen ke Tokyo (one-way) karena akan hemat waktu.. selain mencoba experience baru, harga 1.6jt one way tidak semahal 3,4 jt JR Pass.

      Mudah-mudahan membantu :)

      Regards,

      Andri

  17. Hiiii boleh donk nanya ama minta pendapat :)
    sy desember ini trip ke Jepang 8 hari 7 malam, landingnya siang jam 11.baliknya juga jam sgitu dr Narita. enaknya gmna yah sy rutenya buat 7 hari itu ? apakah tokyo dlu trus osaka kyoto bru balik tokyo lg ?
    trus paling enak beli JR pass yah ? krn sy browsing katanya JRpass mahal kita bs beli lgsg di station atau gmna gitu. kalo ga mau ribet apa mending JR pass yah ? jd walopun mahal kita ga ribet juga yah ? soalnya sy travelling sendiri..

    Makasihhhh yahhhhhhhhhhhhh kalo mau menjawab :)

    • Halo Sisi,

      Maaf sekali baru sempat dibalas
      Beberapa bulan terakhir saya memang sedang disibukkan dengan kegiatan lain :(

      Menurut saya, kalau nyampenya malam di narita, lebih baik menginap semalam lalu langsung pergi ke Kyoto esok harinya.
      Dari Kyoto bisa ke Nara dan Osaka karena jaraknya berdekatan.. Setelah selesai muter2 3 kota itu barulah sisakan 2-3 harian di Tokyo sebelum pulang ke Indo :)

      Kalau menurut saya lebih enak beli JR Pass karena kalau memakai shinkansen, jatuhnya lebih murah dan bisa memakai transportasi dalam kota berlogo JR juga gratis.
      Selain itu, memakai JR Pass juga praktis karena gak perlu repot beli tiket di stasiun lagi.

      Klo JR Pass hanya bisa dibeli di luar Jepang.
      Kalau di Jakarta kalau tidak salah di Wisma Keiai 2nd Floor, JL., Jenderal Sudirman, Kav. 3-4, Jakarta, 10220.. kantor JAL klo tidak salah.

      Semoga membantu yaa :)

  18. Hi.. Mas andri mau nanya donk
    Aq ksana rencana awal april mungkin skitar 12hr sampai 2mg.. Qta c rencana d tokyo dl skitar 6hr.. Kyoto 2hr.. Osaka 4-5hr.. Dr tokyo k kyoto qta mau pake willer express.. Dr kyoto k osaka br pk shinkansen.. Apa qta msh perlu beli JR pass? Karna stau aq jr pass emg lbh irit seandainy dr osaka qta mau plg lg k tokyo..
    Thx n GBU..

    • Hai Mba Peni,

      Maaf sekali baru sempat dibalas
      Beberapa bulan terakhir saya memang sedang disibukkan dengan kegiatan lain :(

      Kalau menurut saya perlu dihitung cost-benefitnya.
      Jika memang akan banyak memakai Shinkansen dan kereta/bus JR, JR pass akan worth it untuk dibeli.
      Kalau pulang pergi Tokyo-Kyoto (dan Osaka) + mungkin 1 destinasi lagi memakai Shinkansen, menurut saya akan worth it membeli JR Pass.
      Selain itu bisa juga memakai bus/kereta JR dalam kotanya.
      Benefit lain adalah tidak perlu repot membeli tiket setiap kali akan naik transportasi umum sehingga menghemat waktu.

      Akan tetapi perlu mempertimbangkan durasinya juga.. saya dulu beli yang 7 hari.. kalau yang 14 dan 21 hari sepertinya akan lebih mahal.

      Mudah-mudahan membantu ya :)

Speak Your Mind

*