Berkunjung ke Tempat Wisata di Kyoto dan Nara

Tempat Wisata di Kyoto - Gates of Fushimi Inari Shrine

Dalam posting sebelumnya, saya menulis mengenai itinerary wisata di Jepang secara umum. Di posting ini saya ingin mengupas lebih dalam mengenai salah satu kota yang kami kunjungi selama durasi wisata di Jepang, yaitu Kyoto.

Banyak sekali tempat wisata di Kyoto, bahkan banyak traveler yang bilang bahwa kita belum ke Jepang kalau belum ke Kyoto. Tempat wisata di Kyoto kebanyakan merupakan tempat wisata budaya, karena banyaknya kuil di kota tersebut. Karena sangat tertarik dengan tempat wisata di Kyoto, kami langsung ke Kyoto setelah transit sehari di Tokyo.

Tiba di Tokyo

Saat tiba di Jepang, karena menggunakan tiket promo dan Low Cost Airline, kami tiba di bandara Haneda yang notabene bukan merupakan bandara utama di Jepang (bandara utama di Jepang adalah Narita). Kami pun tibanya pada tengah malam, sekitar pukul 12 malam waktu setempat.

Sebelum perjalanan kami sudah merencanakan untuk menginap di hotel di dekat bandara Haneda. Pilihan hotel kami jatuh pada Shinagawa Toyoko Inn yang lokasinya tidak jauh dari bandara Haneda.

toyoko inn shinagawa

Untuk mencapai hotel ini, kami menggunakan kereta (2x ganti, bisa dilihat di Hyperdia.com) sampai stasiun Shinagawa lalu melanjutkan menggunakan Shuttle Bus yang disediakan oleh pihak hotel  di stasiun kereta Shinagawa.

Pada pagi harinya, dengan menggunakan shuttle bus yang sama dari hotel, kami kembali ke stasiun Shinagawa. Kami akan pergi ke Kyoto menggunakan kereta super cepat yang terkenal, Shinkansen. Biaya menggunakan Shinkansen ke Kyoto cukup mahal, yaitu sekitar 13,000 yen atau sekitar Rp.1,500,000 sekali jalan.

Untuk menyiasati ini, kami membeli Japan Rail (JR) Pass sebelum pergi ke Jepang. JR Pass ini merupakan kartu khusus turis yang hanya dapat dibeli di luar Jepang. Kami membeli JR Pass ini di Jalan Tour yang berlokasi di Wisma KEIAI di Jalan Jendral Sudirman Jakarta. Harga JR Pass untuk orang dewasa yang berlaku selama 7 hari adalah sebesar 28,300 Yen atau sekitar Rp.3,300,000.

 

JR PASS

Dengan JR Pass, jatuhnya biaya transportasi kami selama di Jepang menjadi lebih hemat karena selain bisa menggunakan Shinkansen tanpa batas (kecuali kereta Nozomi), kami juga bisa menggunakan JR Pass untuk kereta dalam kota yang berlogo JR. Kita tinggal menunjukkan kartu JR Pass ke petugas yang menjaga gerbang masuk, dan mereka akan langsung mempersilahkan kita masuk.

Syarat utama untuk dapat membeli JR Pass adalah adanya stempel visa “Temporary Visitor” di passport kita. Info JR PASS dapat dilihat di : http://www.japanrailpass.net/eng/en001.html

Sebelum masuk ke kereta Shinkansen, tidak lupa kami membeli bekal berupa bento yang banyak dijual di stasiun. Bento ini isinya beragam, tetapi biasanya ada ikan, telur, nasi, dan ayam. Lumayan untuk makan siang selama perjalanan Tokyo-Kyoto yang memakan waktu selama kurang lebih 2-3 jam.

Berkunjung ke Tempat Wisata di Kyoto

Tempat Wisata di Kyoto - Kyoto Tower

Di Kyoto kami menginap di Hostel K, berdasarkan referensi yang kami baca dari buku “Lost in Japan”, karangan traveler Indonesia bernama Cayi & Gelbo. Hostelnya tidak jauh dari stasiun Kyoto, bisa ditempuh dengan 15 menit berjalan kaki. Pegawai hotel di receptionnya kebanyakan anak-anak muda yang ramah dan asyik diajak ngobrol.

Secara umum, kami melihat Hostel K merupakan hostel yang nyaman dan bersih. Di kamar kami tersedia 1 buah tempat tidur bertingkat dan 1 tempat tidur biasa, cukup untuk 3 orang. Kamar mandi ada di luar kamar tidur dan berbagi dengan penghuni hotel lainnya. Di setiap lantainya terdapat 3-4 toilet dan 2-3 kamar mandi. Di setiap lantai juga tersedia Wi-Fi gratis yang bisa diakses dari dalam kamar.

Hostel K - Cafe

Tempat wisata di Kyoto yang ingin kami kunjungi sebenarnya ada banyak, akan tetapi karena keterbatasan waktu maka kami hanya memprioritaskan beberapa tempat yang kami anggap iconic saja. Karena baru pertama kali ke Kyoto, kami juga mencari referensi dari aplikasi seperti Trip Advisor.

Karena sampainya sudah agak sore, maka hari pertama di Kyoto kami gunakan untuk pergi ke Fushimi-Inari Temple. Kuil ini dibangun untuk menghormati Inari, Dewa Nasi dalam kepercayaan agama Shinto. Tempat ini bisa dijangkau dengan hanya 5 menit perjalanan menggunakan kereta JR lines dari stasiun Kyoto ke stasiun Inari. Di tempat ini, kami melihat ratusan gerbang berwarna merah yang disusun berentet menyusuri gunung. Panjangnya bisa puluhan kilometer. Kami tidak menyusuri sampai selesai karena bisa memakan waktu 2-3 jam dan kebetulan hujan mulai turun.

 

Tempat Wisata di Kyoto - Fushimi Inari Temple

Di hari kedua di Kyoto, tempat wisata di Kyoto yang kami kunjungi adalah kuil Kinkaku-ji yang artinya kuil emas. Kuil ini “bersaudara” dengan kuil Ginkaku-ji perak yang sama-sama ada di Kyoto. Untuk jalan-jalan di Kyoto ini, kami menggunakan city bus yang tiketnya kami beli di hotel seharga 500 yen untuk dipakai sepanjang hari. Untuk wisata di jepang ini memang tidak perlu repot, banyak transportasi umum yang relative murah dan nyaman untuk dipergunakan.

Tempat Wisata di Kyoto - Kinkakuji

Kami naik city bus dari stasiun Kyoto menuju kuil Kinkaku-ji. Gunakan bus nomor 101 atau 205 dari stasiun Kyoto dan berhenti di halte Kinkaku-ji Michi. Perjalanan memakan waktu sekitar 45 menit karena lokasinya cukup jauh di utara dan sempat berhenti di beberapa halte bus. Sampai di lokasi, ternyata sedang banyak sekali anak sekolah yang datang ke sana. Sepertinya memang sedang musimnya karyawisata sekolah. Di dalam kuil Kinkaku-ji juga ramai sekali dengan anak sekolah, yang sayangnya , membuat suasana menjadi kurang nyaman untuk menikmati keindahan kuilnya.

Short Visit to Nara

The Girl and Nara

Setelah dari Kinkaku-ji, kami kembali ke stasiun Kyoto menggunakan city bus kembali. Di stasiun Kyoto, kami memutuskan untuk pergi ke Nara, sebuah kota yang letaknya 45 menit perjalanan di sebelah selatan dari kota Kyoto. Kami menggunakan JR lines karena biayanya sudah termasuk di JR Pass. Nara kami anggap sebagai salah satu tenpat wisata di Kyoto karena jaraknya tidak begitu jauh dari Kyoto.

Nara-Deer

Seperti namanya, Nara yang berarti Rusa, kota Nara memiliki taman yang isinya rusa-rusa yang dibiarkan berkeliaran bebas. Di kota Nara kami mengunjungi 2 objek wisata yaitu Todaiji Temple dan juga Kofukuji Temple yang memiliki 5-Story-Pagoda. Saat kami berjalan-jalan di dalam kotanya menuju Todaiji Temple, kami merasa suasana yang sangat tenang dan asri. Banyak pepohonan rindang dan tentunya rusa.

Rusa-rusa yang ada di Nara relatif jinak dan sudah terbiasa dekat dengan manusia. Banyak pula yang mengelus-elus rusa-rusa ini, atau hanya sekedar melihat dari jauh. Akan tetapi tetap saja kita perlu berhati-hati, sesuai dengan papan peringatan yang tertera.

Di Todaiji temple, terdapat patung Budha yang ukurannya sangat besar. Di sudut-sudut kuil tersebut juga terdapat beberapa patung lain. Kuil ini masuk ke dalam Situs Peninggalan Sejarah Dunia dari UNESCO. Dalam perjalanan pulang, kami menyempatkan mampir dulu ke Kofukuji Temple yang memiliki 5-Story-Pagoda.

Nara - Todaiji Temple

Ketika sampai kembali ke Kyoto, kami istirahat sebentar di hotel untuk melepas lelah dari Nara. Malamnya kami memutuskan untuk mencari makan malam di daerah Gion. Di daerah ini, terkenal dengan keberadaan Geisha-nya. Jika beruntung, turis bisa mengabadikan foto-foto Geisha yang jalan-jalan di daerah tersebut. Akan tetapi setelah mengelilingi Gion selama sekitar 1 jam, kami belum beruntung sehingga belum menemukan Geisha untuk difoto. Akhirnya kami mengakhiri malam di Kyoto dengan makan malam di kedai ramen setempat.

Tempat Wisata di Kyoto - Gion

Keesokan harinya kami check out dari Hostel K, pergi ke stasiun Kyoto dan berangkat melanjutkan perjalanan ke Osaka.

Jadi, apakah anda sudah tertarik untuk mengunjungi tempat wisata di Kyoto tersebut?

Ataukah ada tempat wisata di Kyoto yang anda rekomendasikan ? :)

andri madian

About andri madian

Penyuka jalan-jalan ini memiliki latar belakang pendidikan teknik dari Institut Teknologi Bandung. Setelah lulus, Andri sempat bergabung dengan Total E&P Indonesie, Johnson&Johnson, Eximio Media dan Valadoo.

Get More from Travescape

Love to read our stories? You can always stay updated!


Speak Your Mind

*